Senin, 09 Juni 2014

Materi Ceramah Ramadhan (1) : Menyambut Ramadhan



اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . أَمَّا بَعْدُ،
Segala puji bagi Allah yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia: Muhammad SAW, juga atas keluarga dan para sahabat, serta kepada semua yang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat nanti.

Bulan Ramadhan telah benar-benar datang. Marhaban Ya Ramadhan. Setelah sebelas bulan kita mengarungi kehidupan yang penuh tantangan dan cobaan, penuh kesalahan dan kekhilafan, maka inilah momentum yang tepat bagi kita semua untuk membersihkan diri dari segala dosa yang melekat baik kita sadari maupun yang kita tidak  sadari.

Kaum Muslimin yang berbahagia

Rasa gembira atas kedatangan Ramadhan adalah cerminan ketakwaaan dalam hati kita, karena bulan Ramadhan adalah salah satu dari syiar-syiar Allah yang harus senantiasa kita hormati dan agungkan. Allah SWT berfirman :
وَمَنْ يُعَظِّمُ شَعَائِر اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى اْلقُلُوْبِ
 Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dariketakwaan hati.” (QS Al-Hajj 32)

Karenanya, jika kita justru merasa berat dengan hadirnya Ramadhan, bahwa Ramadhan mengekang segala kebebasan dan kemerdekaan kita. Atau merasa biasa-biasa saja, bahwa Ramadhan hanyalah rutinitas belaka, yang datang silih berganti sebagaimana bulan-bulan lainnya, maka kita perlu mengoreksi diri kita, karena sikap seperti ini, bukan cerminan ketakwaan yang ada dalam hati, melainkan timbul dari hati yang sakit atau jiwa yang lekat dengan maksiat. Tentu saja kita berlindung dari sikap yang demikian.  

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala …
Sesungguhnya kita bergembira dengan hadirnya Ramadhan, karena bulan ini mengandung banyak keutamaan. Ia adalah rahmat bagi umat Rasulullah saw. bukan kegembiraan anak-anak yang bergembira karena mempunyai waktu banyak untuk bermain, adanya petasan, dan janji pakaian baru. Bukan juga kegembiraan banyak remaja. Dimana mereka bergembira karena mempunyai banyak kesempatan untuk jalan-jalan menghabiskan waktu bersama teman atau bahkan pasangannya. Banyak kita saksikan kesucian Ramadhan ternoda, yang justru menggunakan waktu-waktu ibadah untuk saling PDKT satu sama lainnya.



 Marilah kita melihat beberapa keutamaan Ramadhan yang menjadikan alasan kita bergembira menyambutnya

Pertama : Karena Ramadhan bulan penggugur dosa atau bulan pengampunan

Rasulullah SAW bersabda dengan lisannya yang mulia :
الصَّلَوَاتُ اْلخَمْسُ ، واْلجُمْعَةُ إِلَى اْلجُمْعَةِ ،و رَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتْ اْلكَبَائِرُ
Shalat lima waktu, shalat jum’at sampai ke shalat jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR. Muslim)

Hadirnya Ramadhan sungguh sebuah momentum bagi kita untuk membersihkan diri dari segala noda dosa dan kemaksiatan. Sekalipun kita tidak menjalani dosa besar, namun tentu saja tanpa kita sadari terkadang ada hal yang kita lakukan menyebabkan noda kecil dalam hati kita, bisa jadi melalui lisan, pandangan, atau bahkan anggota badan kita.  Ibaratnya pakaian yang sehari-hari kita pakai, meskipun tidak terkena lumpur atau kotoran yang jelas, tetap saja kita harus mencucinya karena ada debu yang melekat erat. Begitupun diri kita.

Bahkan diriwayatkan pula, bagaimana malaikat Jibril as melaknat mereka yang mendapati Ramadhan, tetapi tidak diampuni dosan-dosanya. Semoga ini bisa menjadi cermin bagi kita semua.

Kaum muslimin yang berbahagia …

Kedua: Ramadhan adalah bulan musim kebaikan

Ramadhan merupakan bulan musim kebaikan, dimana kita menjalankan ibadah dengan penuh semangat karena kebaikan begitu mudah dijalankan. Bersama-sama kita lihat di masjid, mushola, bahkan di rumah-rumah kita, bagaimana Ramadhan menyinari kita dengan banyak amal dan kegiatan yang tak putus dan henti-hentinya. Dari pagi hari hingga malam menjelang, kita melaksanakan amal kebaikan yang begitu beragam.

Rasulullah SAW bersabda tentang Ramadhan:
تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ اْلجَنَّةِ، وَتَغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ النَّارِ، وَتُصَفَّدُ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، وَيُنَادِي فِيْهِ مُنَادٍ كُلَّ لَيْلَةٍ: يَا بَاغِيَ اْلخَيْرِ هَلُمَّ، يَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، حَتَّى يَنْقَضِيَ رَمَضَانُ.
“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan” ( HR Ahmad)

Kaum muslimin yang berbahagia

Ketiga: Ramadhan adalah bulan ukhuwwah

Hal ketiga yang membuat kita berbahagia adalah, karena Ramadhan adalah bulan dimana ukhuwah kita meningkat. Hari-hari di bulan Ramadhan dipenuhi dengan banyak pertemuan antar jamaah masjid, dari mulai sholat tarawih berjamaah, tadarusan selepas tarawih, hingga sholat shubuh berjamaah kaum muslimin berkumpul setiap harinya dan merasakan keindahan ukhuwah yang luar biasa. Bahkan bukan hanya di luar rumah, di dalam rumah pun kita menemukan keharmonisan yang bertambah saat Ramadhan tiba.

Banyak kesempatan untuk berkumpul antar anggota keluarga, khususnya saat buka puasa dan sahur menjelang. Ini semua tanpa kita sadari, sungguh membuat hati kita lebih tenteram, nyaman, dan haru serta membuat kita lebih siap untuk menjalani semua aktifitas ibadah.

Kaum muslimin yang berbahagia

Yang terakhir, tentu saja kita bergembira dalam bulan Ramadhan ini karena Allah SWT banyak menjanjikan pahala kemuliaan bagi kita semua melalui amal-amal yang ada di dalamnya. Setiap amal mempunyai keutamaannya masing-masing. Khususnya kita bergembira karena di dalam Ramadhan ada satu malam yang mulia, yaitu lailatul qadar yang bernilai melebihi seribu bulan. Ini menjadi kesempatan yang sungguh kita impikan, untuk mendapatinya dengan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
لَيْلَةُ اْلقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam lailatulqadr lebih baik dari pada 1000 bulan” (QS. Al-Qadr: 3)
Akhirnya, marilah kegembiraan ini kita jadikan sebagai pemicu awal untuk lebih bersemangat dalam mengarungi samudera keberkahan Ramadhan dengan ragam ibadahnya yang mulia. Kita menjalaninya satu persatu dengan ringan penuh suka cita, agar semua yang dijanjikan bisa kita dapatkan dalam Ramadhan ini. Semoga Allah SWT memudahkan Amin...

Allahumma sholli ala  saydina muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajmain ..
Billahit Taufik War Rahmah Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar