Senin, 11 November 2013

Inovasi Pembelajaran Kitab Kuning di Lingkungan Pondok Pesantren II

Dirjend Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI melaksanakan Workshop Inovasi Pembelajaran Kitab Kuning di Lingkungan Pondok Pesantren II tanggal 11-13 Nopember 2013 di Hotel Grand Imawan Makassar.
Workshop yang sasarannya untuk pondok-pondok pesantren di Indonesia Timur ini di ikuti oleh sejumlah pondok-pondok pesantren yang berasal dari sulawesi, maluku, lombok, NTT, NTB dan Papua. Untuk provinsi Sulawesi Selatan diikuti oleh sembilan pondok pesantren dari 9 kabupaten termasuk PPM Rahmatul Asri yang mengutus ust. Salahuddin, S.S, M. Pd.I


Pembukaan Workshop



 

1 komentar:

  1. Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren-pesantren adalah merupakan suatu pelajaran yang wajib bagi santri-santri. Dan ini tentunya harus tetap dilestarikan dan dikembangkan walau dunia sudah menghadapi banyak perubahan dengan segala teknologinya yang begitu pesat.
    Namun dalam setiap kegiatan Workshop diharapkan bukan saja Pelajaran yang sudah merupakan kewajiban dilaksanakan di Pondok-pondok Pesantren, tapi dapat juga dengan Workshop-workshop kewirausahaan, Informasi Teknologi dll.
    Workshop merupakan implentasi kemitraan dan bina lingkungan. Diharapkan dengan ini mampu menciptakan pemimpin di masa depan dalam melakukan kewirausahawan dari para santri yang mampu menghidupkan usaha kreatif serta inovatif.
    Dipilihnya kewirausahaan di pesantren agar dapat lebih mengakar di masyarakat. Ini dianggap suatu modal untuk membangkitkan semangat kewirausahaan para santri serta dapat menumbuhkembangkan sentra ekonomi khususnya di lingkungan pesantren dan umumnya masyarakat.
    Kewirausahaan ini bukan hanya ‘dagang surga’ tetapi mampu memberikan solusi dunia usaha. Bahkan kewirausahaan ini akan tumbuh dari semangat para santri berada di pesantren.
    Tidak hanya itu, para santri harus mengembalikan kembali nilai-nilai pesantren dan harus tahu lima rukun. Oleh sebab itu para santri pun butuh uang dan jangan hanya baca doa saja. Adapun santri juga harus mandiri dibawah bimbangan kyai. Selamat dan Sukses.

    BalasHapus